Shoeisparrows’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Hardware/CPU Benchmark di Linux Menggunakan Hardinfo

Posted by shoeisparrows on April 27, 2012

Instalasi Tool Benchmark
Kali ini, kita akan membahas salah satu perangkat lunak benchmarking di Linux. Saya menggunakan Debian Unstable, sedangkat perangkat lunak dimaksud adalah hardinfo. Perangkat ini sudah tersedia di repo Debian sehingga untuk instalasinya kita tinggal eksekusi perintah berikut sebagai root:

aptitude isntall hardinfo

Perangkat lunak hardinfo kemudian dapat kita jalankan dari terminal dengan mengeksekusi:

hardinfo

Atau menjalankannya dari menu System Tools->System Profiler and Benchmark jika menggunakan LXDE.

Informasi Hardware (Perangkat Keras)
Selain untuk benchmark, hardinfo juga menyediakan informasi perangkat keras yang terpasang di PC/laptop. Informasi ini dibagi ke dalam tiga bagian besar, 1) computer, 2) devices, 3) network. Masing-masing bagian menyediakan informasi yang lebih spesifik. Di bagian computer, kita bisa melihat ringkasan informasi perangkat keras seperti prosesor, memori, display, input, dll. Untuk melihat informasi lebih ditail, kita bisa klik di submenu yang tersedia.
Di bagian devices, kita bisa mendapatkan informasi lebih ditail tentang prosesor, memori, batere, dll. Informasi untuk masing-masing device disediakan di submenu yang berbeda.
Di bagian network terdapat informasi mengenai ethernet, alamat IP, tabel routing, tabel ARP, statistik, informasi DNS, dll. Klik masing-masing submenu untuk mendapatkan informasi lebih detail.
Menu benchmark sendiri ditempatkan di bagian akhir. Hardinfo menyediakan enam jenis benchmark berbeda untuk menguji kemampuan CPU. Submenu pertama ‘CPU Blowfish’, saat kita klik akan menampilkan skor dalam satuan detik. Semakin kecil nilainya berarti semakin baik. Hardinfo juga akan menampilkan perbandingan dengan beberapa prosesor lain.
Submenu ‘CPU CryptoHash’ bertugas menguji kemampuan CPU kita untuk melakukan CryptoHash. Hasilnya dalam satuan MiB/detik, semakin besar semakin baik.
Hardinfo juga melakukan pengujian CPU dalam perhitungan bilangan fibonacci. Hasilnya dalam satuan detik, semakin kecil semakin baik.
Submenu berikutnya ‘CPU N-Queens’, hasilnya dalam detik. Semakin kecil, semakin baik.
Dua menu benchmark terakhir menguji kemampuan CPU dalam pengolahan Floating Point Unit. Dimulai dengan ‘FPU FFT’ yang menghasilkan skor dalam satuan detik.
Submenu terakhir di bagian benchmark akan melakukan uji ‘FPU Raytracing’. Skornya dalam satuan detik, semakin kecil semakin baik.
Kita juga dapat membuat laporan untuk semua jenis informasi perangkat keras dan hasil benchmark dengan klik menu ‘Generate Report’ di barisan toolbar.
Laporan yang dihasilkan oleh hardinfo berupa berkas html sehingga dapat dilihat dengan menggunakan browser apa saja.

Advertisements

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Hacking Untuk Pemula

Posted by shoeisparrows on April 27, 2012

Apa sebenarnya hacking itu? klo menurut pengertian gue, hacking adalah ngoprek. Yup, hacking adalah ngoprek, mempelajari sesuatu dengan keingintahuan (curiosity) yg tinggi, ngutak atik sesuatu, ‘ngudek-ngudek’ sampai ke ‘jeroannya’. Sesuatunya apa dong? ya terserah… bisa komputer, mobil, motor, mesin. Tapi masalahnya ada ngga ya hacker mobil, hacker motor, atau hacker pesawat terbang?? hehe… Walaupun saat ini hacking identik dengan ‘bobol-membobol’, tapi gue kurang setuju klo cuman bobol server orang doang!. Ada yang bilang ‘Hacking is Art’, trus dimana letak seninya dong? Mau tau pengertian hacking sebenarnya, coba baca artikel sebelumnya (How to Become A Hacker). Di situ dijelasin bahwa hacker berkaitan dengan kemahiran teknis serta kegemaran menyelesaikan masalah dan mengatasi keterbatasan. Contoh hacker pada saat ini yang sering-sering disebut adalah Linus Torvald (tau ngga? itu lho yang menciptakan Linux). Apa dia tukang bobol? belum tentu kan….

Pada artikel ini, gue pengen membagi pengalaman mengenai Hacking, walaupun sampai saat ini gue belum pernah nge-Hack ke server orang. Salah satu cara untuk mencoba simulasi Hack yaitu H3cky0uRs3lf! Buat komputer kita sebagai server (sekaligus belajar konfigurasi server) trus install program yg dibutuhkan. Misalnya klo mo Web Hacking, coba install Apache atau IIS. Atau kita sesuaikan dengan exploit yang udah kita dapet. Tapi lebih baik install Linux atau FreeBSD dulu di komputer pribadi, trus konfigurasi sebagai server, lalu simulasi Hack, setelah itu baru Hack Betulan… Apalagi klo di kost ada jaringan.

Pro dan Kontra Hacking

Pro Kontra
Etika Hacking Semua informasi adalah free Jika semua informasi adalah free, maka tidak ada ladi privacy
Aspek Security Intrusion adalah ilustrasi kelemahan sistem Tidak perlu menjadi pencuri untuk menunjukkan pintu yang tidak terkunci
Idle Machines Hacking hanya pada idle machines idle machines milik siapa ?
science education hanya membobol tapi tidak merusak “hacker wannabe” berpotensi sangat besar untuk merusak

 Okeh, sekarang waktunya melakukan aksi…

 1. Fase Persiapan

~ Mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya

– Secara Aktif : – portscanning

– network mapping

– OS Detection

– application fingerprinting

Semua itu bisa dilakukan menggunakan toolz tambahan seperti nmap atau netcat

– Secara Pasif : – mailing-list (jasakom, newbie_hacker, hackelink, dsb)

– via internet registries (informasi domain, IP Addres)

– Website yang menjadi terget

2. Fase Eksekusi

~ Setelah mendapatkan informasi, biasanya akan didapatkan informasi mengenai OS yg digunakan, serta port yang terbuka dengan daemon yg sedang berjalan. Selanjutnya mencari informasi mengenai vulnerability holes (celah kelemahan suatu program) dan dimanfaatkan menggunakan exploit (packetstromsecurity.org, milis bugtraq, atau mencari lewat #IRC).

~ Mengekspolitasi Vulnerability Holes

– compile eksploit -> local host -> $gcc -o exploit exploit.c

$./exploit

# hostname (# tanda mendapatkan akses root)

remote host -> $gcc -o exploit exploit.c

$./exploit -t www.terget.com

# (klo beruntung mendapatkan akes root)

~ Brute Force

– Secara berulang melakukan percobaan otentifikasi.

– Menebak username dan password.

– Cracking password file

~ Social Engineering

– Memperdayai user untuk memeberi tahu Username dan password

– Intinya ngibulin user….

3. Fase Setelah Eksekusi

~ Menginstall backdoor, trojans, dan rootkit

~ Menghapus jejak dengan memodifikasi file log agar tidak dicurigai admin

~ Menyalin /etc/passwd atau /etc/shadow/passwd

sumber :  http://komputerlab.blogspot.com/

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Sejarah Linux

Posted by shoeisparrows on April 27, 2012

Linux atau GNU/Linux adalah sistem operasi bebas yang sangat populer. Istilah Linux atau GNU/Linux (GNU) juga digunakan bagi merujuk kepada keseluruhan edaran Linux (Linux distribution), yang selalunya disertakan program-program lain selain Sistem Pengoperasian. Contoh-contoh program adalah seperti Server Web, Bahasa Pengaturcaraan, Basis Data, Persekitaran Desktop (Desktop environment) (seperti GNOME dan KDE), dan suite kantor (office suite) seperti OpenOffice.org. Edaran-edaran Linux telah mengalami pertumbuhan yang pesat dari segi kepopuleran, sehingga lebih populer dari versi UNIX yang propritari (proprietary) dan mula menandingi dominasi Microsoft Windows dalam beberapa kasus. Linux menyokong banyak Perkakasan Komputer, dan telah diguna di dalam berbagai peralatan dari Komputer pribadi sampai Superkomputer dan Sistem Benam (Embedded System) (seperti Telefon Mudahalih dan Perekam Video pribadi Tivo). Pada mulanya, ia dibuat dan digunakan oleh peminatnya saja. Kini Linux telah mendapat sokongan dari perusahaan besar seperti IBM, dan Hewlett-Packarddan perusahaan besar lain. Para penganalisa menujukan kejayaannya ini disebabkan karena Linus tidak bergantung kepada vendor (vendor-independence), biaya perkakasan yang rendah, dan kepantasannya berbanding versi UNIX proprietari, serta faktor keselamatan dan kestabilannya berbanding dengan Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas keunggulan model pembangunan sumber terbuka. Sejarah Kernel Linux pada mulanya ditulis sebagai hobi oleh pelajar universitas Finland Linus Torvalds yang belajar di Universitas Helsinki, untuk membuat kernel Minix yang bebas dan dapat sunting. (Minix adalah projek pelajaran menyerupai UNIX direka untuk mudah dan bukannya untuk kegunaan perniagaan.) Versi 0.01 dikeluarkan ke Internet pada September 1991, Versi 0.02 pada 5 Oktober 1991. [1] Berikutnya, beribu-ribu penulis program sukarelawan seluruh dunia telah menyertai projek ini. Sejarah sistem pengoperasian berdasarkan Linux berkaitan arat dengan projek GNU, projek program bebas terkenal diketuai oleh Richard Stallman. Projek GNU bermula pada 1983 untuk membuat sistem pengoperasian seperti Unix lengkap — kompiler, utiliti aplikasi, utiliti pembangunan dan seterusnya — dikarang sepenuhnya dengan Program Bebas. Pada 1991, apabila versi pertama kerangka Linux ditulis, projek GNU project telah menghasilkan hampir kesemua komponen sistem ini — kecuali kernel. Torvalds dan pembangun kernel seperti Linux menyesuaikan kernel mereka supaya dapat berfungsi dengan komponen GNU, dan seterusnya mengeluarkan Sistem Pengoperasian yang cukup berfungsi. Oleh itu, Linux melengkapkan ruang terakhir dalam rancangan GNU. Walaupun kernel Linux dilisensikan di bawah GNU General Public License, ia bukannya sebesar dari projek GNU. Tux, seekor Penguin, merupakan logo dan maskot bagi Linux. Linux adalah tandaniaga (SN: 1916230) yang dimiliki oleh Linus Torvalds. Linux terdaftar sebagai “Program sistem pengoperasian komputer bagi penggunaan komputer dan operasi”. Tandaniaga ini diletak setelah berlaku suatu kejadian di mana seorang pemalsu bernama William R Della Croce Jr mula menghantar surat kepada para pengedar Linux yang megklaim tandaniaga Linux adalah kepunyaannya serta meminta royalti sebanyak 10% dari mereka. Para pengedar Linux mulai mendorong agar tandaniaga yang asal diberi kepada Linus Torvalds. Perlisensian tandaniaga Linux sekarang dikendali oleh Linux Mark Institute. Distribusi Linux Lihat juga Distribusi Linux Terdapat banyak edaran atau distribusi Linux (lebih dikenali sebagai Distro), yang dibuat oleh individu, grup, dan lembaga lain. Masing masingnya mungkin disertakan dengan program sistem dan program aplikasi tambahan, di samping menyertakan suatu program yang memasang keseluruhan sistem dalam komputer baru. Inti bagi setiap edaran Linux adalah Kernel Linux, koleksi program dari projek GNU (atau projek lain), shell, dan aturcara utiliti seperti pustaka (libraries), Kompiler, dan Pengedit (editor). Kebanyakan sistem juga menyertakan aturcara dan utiliti yang bukan-GNU, bagaimanapun utiliti tersebut dapat diasingkan dan masih menyediakan sistem ala-Unix. Beberapa contoh adalah aturcara dan utiliti dari BSD dan Sistem Tetingkap-X (X-Window System). X menyediakan Antaramuka Grafik (GUI) yang asas bagi sistem Linux. Aplikasi Sistem Pengoperasian berdasarkan Linux Pengguna Linux, yang secara tradisinya perlu memasang dan melakukan konfigurasi terhadap sistem sendiri, lebih cenderung mengerti teknologi dibanding pengguna Microsoft Windows atau Mac OS. Mereka sering disebut “hacker” atau “geek”. Namun stereotipe ini semakin berkurang dengan peningkatan sifat ramah-pengguna dan makin luasnya pengguna edaran Linux. Linux telah membuat pencapaian yang agak baik dalam pasaran komputer server dan komputer tujuan khusus. Contohnya, mesin render gambar, dan servis web. Linux juga mulai populer dalam pasaran komputer “desktop”. Linux merupakan asas kepada kombinasi program-server LAMP, kependekan dari Linux, Apache, MySQL, Perl/PHP,Python. LAMP telah mencapai kepopuleran yang luas di kalangan pembangun Web. Linux juga sering digunakan sebagai Sistem Pengoperasian Benam. Biaya Linux yang murah memungkinkan penggunaannya dalam peralatan seperti Simputer, yaitu komputer biaya rendah yang disasarkan pada penduduk berpendapatan rendah di Negara-negara Membangun. Dengan Persekitaran Desktop seperti KDE dan GNOME, Linux menawarkan Antarmuka Pengguna yang lebih menyerupai Apple Macintosh atau Microsoft Windows dari Antarmuka Baris Arahan seperti Unix. Justru itu, lebih banyak program grafik dapat didapati pada Linux, yang menawarkan berbagai fungsi yang ada pada utiliti komersil. Pasaran serta dapatpakai Linux yang pada awalnya hanya merupakan sistem pengoperasian yang digunakan oleh peminat komputer, telah menjadi sistem yang lebih Ramah-pengguna, dengan antaramuka grafik yang berbagai macam aplikasi yang lebih mirip sistem pengoperasian konsumer lain, dari baris arahan Unix. Namun kesan ini telah menimbulkan kritikan ramai, termasuk dari penyokong Linux. Mereka berpendapat bahwa Linux dan projek program bebas masih belum mencapai faktor ke’dapatpakai’an yang memuaskan. Persoalan tentang ke’dapatpakai’an Linux berbanding Windows atau Macintosh masih menjadi isu perdebatan yang hangat. Pasaran Linux dalam komputer “desktop” masih agak kecil tapi semakin berkembang. Menurut Lembaga Penyelidikan Pasaran IDC, besar pasaran bagi Linux pada tahun 2002 adalah 25% bagi pasaran server, dan 2.8% bagi pasaran Komputer pribadi. Bagi mereka yang hanya biasa menggunakan Windows atau Macintosh, Linux mungkin kelihatan lebih sukar disebabkan perbedaan dalam melakukan berbagai kerja komputer. Dan lagi, lebih mudah untuk mencari sokongan teknis bagi Windows atau Mac OS dibandingkan Linux. Tambahan lagi, secara lazimnya pengguna perlu menukar program yang sering digunakan, disebabkan program tersebut tidak didapati dalam Linux (atau pilihan yang agak terbatas, terutamanya permainan komputer). Faktor lain adalah sifat ragu-ragu pengguna yang merasa susah untuk melepaskan sistem pengoperasian mereka (banyak pengguna masih menggunakan versi Windows yang lama). Selain itu, kebanyakan komputer didatangkan dengan Windows sedia dipasang (preinstalled). Faktor-faktor ini menyebabkan perkembangan Linux yang agak lambat. Walau bagaimanapun, kelebihan Linux seperti biaya rendah, sekuritas yang lebih aman, dan tidak bergantung pada vendor, telah menggalakkan penggunaan yang meluas di kalangan koperasi dan kerajaan. Dalam situasi ini, halangan yang disebut di atas dapat dikurangkan karena hanya aplikasi/utiliti yang terbatas digunakan, serta kerja pentadbiran komputer (administration) dikendalikan oleh sekumpulan pekerja pakar IT yang sedikit. Terdapat berbagai kajian yang dilakukan terbatas biaya serta ke’dapatpakai’an Linux. Relevantive, (sebuah lembaga berpusat di Berlin, yang mengkhusus dalam rundingan lembaga tentang ke’dapatpakai’an program, serta servis web), telah membuat kesimpulan bahawa ke’dapatpakai’an Linux bagi pekerjaan dengan komputer “desktop” adalah hampir sama dengan Windows XP. Bagaimanapun, kajian oleh IDC (yang dibiayai oleh Microsoft) mengklaim bahwa Linux mempunyai biaya pemilikan (Total Cost of Ownership) yang lebih tinggi berbanding Windows. Linux juga sering dikritik karena jadwal pembangunannya yang tidak dapat diduga. Secara langsung, menyebabkan pengguna Enterprise kurang selesa dengan Linux dibanding sistem pengoperasian lain (Sumber:Marcinkowski, 2003). Pilihan yang banyak dalam edaran Linux juga dikatakan mengelirukan konsumer, dan vendor program. [sunting] Instalasi Proses pemasangan yang sukar sering-kali menjadi penghalang bagi pengguna baru, namun proses ini sekarang menjadi lebih mudah akhir akhir ini. Dengan penerimaan Linux oleh beberapa pengeluar PC (Komputer pribadi) terbesar, komputer yang disedia-pasang dengan edaran Linux dapat didapati. Ada juga edaran Linux yang dimana Linux di-boot secara terus dari Live CD tanpa perlu memasangnya ke dalam Hard Disk. Contoh-contoh edaran Linux berbentuk Live CD adalah Knoppix/Gnoppix dan Gentoo. Gambar ISO bagi CD untuk edaran Linux tersebut biasanya dapat dimuat turun dari Internet, ditulis ke CD, dan selanjutnya membootkan CD tersebut. [sunting] Konfigurasi Konfigurasi bagi kebanyakan setting Linux seringkali perlu dilakukan menerusi penyuntingan berkas teks dalam direktori /etc. Terdapat juga utiliti seperti Linuxconf dan GNOME System Tools yang bertujuan memudahkan kerja ini dengan menyediakan antaramuka grafik. Namun baris arahan merupakan cara paling lazim digunakan. Dukungan Dukungan bagi Linux biasanya didapatkan menerusi peer(dalam konteks ini bermaksud rakan dalam talian) – pengguna Linux lain di dalam forum internet, newsgroup dan senarai mel. Kumpulan Pengguna Linux (LUG, Linux User Group) telah didirikan di sulurh dunia untuk membantu pengguna lokal, pengguna baru, dan pengguna berpengalaman. Bantuan termasuk pemasangan, penggunaan, penyelenggaraan serta menggalakkan perkembangan sistem Linux. Pembekalan komersil bagi edaran Linux secara umumnya mengamalkan model perniagaan dengan menyediakan sokongan. Sokongan partai ketiga juga sudah tersedia Skala Usaha Pembangunan Linux Sebuah studi (More Than a Gigabuck: Estimating GNU/Linux’s Size [2]) Terhadap Red Hat Linux 7.1 menemukan bahwa edaran ini berisi 30 juta baris kode source (‘’source lines of code (SLOC)’’). Menggunakan model biaya COCOMO studi ini menunjukan bahwa edaran ini memerlukan waktu pengembangan sebanyak 8000 tahun, apabila software ini di kembangkan dengan cara proprietasi konvensional. Dan akan memakan sekitar 1.08 miliar dolar (dolar tahun 2000) untuk di kembangkan di Amerika Serikat. Mayoritas dari kode (71%) ditulis dalam C, namun banyak bahasa lain digunakan, termasuk C++ shell scripts, Lisp, assembly language, Perl, Fortran dan Python. Sekitar setengah dari kodenya di lisensikan di bawah GPL. Kernel Linux kernel mengandung 2.4 juta baris kode, atau sekitar 8% dari total, Menunjukan bahwa mayoritas dari edaran Linux terdiri dari kode yang tidak terkandung dalam Kernel Linux. [sunting] “GNU/Linux” Lihat Kontroversi Penamaan GNU/Linux Disebabkan utiliti-utiliti dari projek sistem pengoperasian bebas GNU – tanpa ini sistem Linux tidak akan menyerupai sistem Unix dalam perspektif pengguna – Richard Stallman dari GNU/FSF memohon agar kombinasi sistem (projek GNU dan kernel Linux), disebut sebagai “GNU/Linux”. Pengguna edaran Linux dari projek Debian lebih cenderung menggunakan nama tersebut. Kebanyakan pengguna lebih mudah menggunakan istilah “Linux”. Tindakan Undang-undang (Litigasi) Artikel utama: SCO Vs IBM Pada bulan Mac 2003, Kumpulan SCO (SCOG – SCO Group) telah mengeluarkan saman terbatasap IBM yang mengklaim bahwa IBM telah memasukkan sebesar dari bahan intelektual milik SCOG ke dalam kernel Linux, di mana ia merupakan pelanggaran terbatasap lisensi IBM untuk menggunakan UNIX. Lisensi tersebut dikatakan dipegang oleh Kumpulan SCO. Tambahan lagi, Kumpulan SCO juga telah mengirim surat kepada beberapa lembaga dan memberi amaran tentang penggunaan Linux tanpa lisensi dari kumpulan SCO akan menerima tindakan dari mereka. Kumpulan SCO juga mengeluarkan pernyataan pada media massa yang mereka akan menyaman pengguna Linux selanjutnya. Kontroversi ini telah mencetus beberapa kecaman oleh Kumpulan SCO terbatasap Novell, DaimlerChrysler, dan AutoZone, selain saman balik oleh Red Hat dan pihak lain terbatasap SCOG. Sumber: http://www.awali.org

Posted in Linux Ubuntu | Leave a Comment »

Membuat file iso di ubuntu

Posted by shoeisparrows on February 23, 2011

huh,kebayang ga klo lagi ngoprek ubuntu. terus ada temen yang minta file .iso

padahal kita cuma punya cd installernya, gmn?

bisa ko, ga usah install aplikasi lagi. kita pake dari bawaan ubuntunya. Berikut langkah-langkahnya :

  • Masukkan CD/DVD yang akan dibuat file .iso (penulis menggunakan cd ubuntu).
  • Kemudian masuk ke terminal, dan ketikkan : df -h.
  • Lihat dimana posisi CD/DVD yang tadi dimasukkan. contoh : /dev/sr0
  • Membuat .iso, ketikkan : dd if=/dev/sr0 of=/home/alvino/Desktop/Ubuntu9.04.iso

ket :

– /dev/sr0 = lokasi dimana CD/DVD itu di mount

– /home/alvino/Desktop = lokasi untuk menyimpan file .iso

– ubuntu9.04.iso = nama file yang akan dibuat. dan jangan sampai mengandung spasi.

Posted in Linux Ubuntu | Leave a Comment »

Memutar musik di terminal ubuntu

Posted by shoeisparrows on February 23, 2011

Tentu saja bisa memutar musik di terminal caranya dengan mengginstallkan program MOC.

MOC merupakan singkatan dari Music On Console. Jadi, rekan-rekan dapat memutar musik dari terminal yang ada di ubuntu. Selain membantu mendengarkan musik, MOC sendiri bersifat ringan untuk ukuran pemutar musik sekarang.

Untuk tahapan instalasinya :

  1. Untuk mendapatkan filenya, silahkan download di link berikut : MOC.
  2. Untuk mudahnya, silahkan masuk ke terminal > ketikkan : sudo apt-get install moc.
  3. Setelah terinstall, masih di terminal. Ketikkan : mocp.
  4. Untuk melihat perintah-perintah yang digunakan, silahkan ketikkan : h. Maka akan muncul berbagai perintah beserta shortcutnya.
  5. Selamat mencoba…

Posted in Linux Ubuntu | Leave a Comment »

Memahami fungsi chmod pada ubuntu

Posted by shoeisparrows on February 22, 2011

Chmod kepanjangan dari change mode yang artinya sebuah command yang bisa mengganti mode dari sebuah file. begitu kurang lebihnya.

Jadi fungsi chmod tersebut adalah untuk memberikan akses ( read, write , executable ) kepada group – group tertentu terhadap file – file yang ada di komputer.

Penjelasan dari akses – akses atau mode – mode diatas adalah :

1. Read = r = memberikan kepada group / user untuk hanya sekedar membaca / melihat.

2. Write = w = memberikan kepada group / user untuk bisa menulis file tersebut.

3. Executable = x = memberikan kepada group / user untuk bisa mengeksekusi file tersebut.

Didalam chmod yang berbasis linux chmode nya harus berupa angka – angka, dan setiap angka – angka tersebut mempunya arti yang mendalam :D

berikut daftar arti dari angka – angka tersebut :

0 = —

1 = –x

2 = -w-

3 = -wx

4 = r–

5 = r-x

6 = rw-

7 = rwx

Nah sekarang ketemu jadi kalau seperti yang saya lakukan diatas chmod 777 = (rwxrwxrwx) jadi bisa kita baca dari depan ( angka paling kiri dari hadapan anda ) maka akan berarti.. bahwa angka 777 tersebut adalah … user, group, dan NN  bisa melakukan apa saja terhadap file tersebut.

contoh lain

433

pertama 4 –> READ (kita hanya bisa baca)

kedua 3 –> 2+1 write execute (user,group, NN hanya bisa baca dan exsekusi)

ketiga 3 –> 2+1 write execute (user,group, NN hanya bisa baca dan exsekusi)

Demikian kiraanya.. mudah2an di mengerti…

Posted in Linux Ubuntu | Leave a Comment »

sharing pppo internet di ubuntu

Posted by shoeisparrows on January 25, 2011

hal pertama yang mesti di lakukan adalah menginstall wvdial di mesin ubuntunya dengan cara :

sudo apt-get -f  install wvdial

setelah proses instalasi selesai edit file wvdial di nano /etc/wvdial.conf sebelum mengedit file wvdial ketikan terlebih dahulu wvdialconf agar modem terdeteksi dan berada di posisi apa, OK lanjut ke posisi edit file wvdial.confnya

[Dialer Defaults]

Modem = /dev/ttyACM0 (sesuai wvdialconf)

ISDN = off

Modem Type = Analog Modem

Baud = 460800

Init = ATZ

Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0

Init3 =

Init4 =

Init5 =

Init6 =

Init7 =

Init8 =

Init9 =

Phone = #777

Phone1 =

Phone2 =

Phone3 =

Phone4 =

Dial Prefix =

Dial Attempts = 1

Dial Command = ATM1L3DT

Ask Password = off

Password = smart

Username = smart

Auto Reconnect = on

Abort on Busy = off

Carrier Check = on

Check Def Route = on

Abort on No Dialtone = on

Stupid Mode = off

Idle Seconds = 0

lalu save dengan menekan ctrl+x

lanjut ke sharing internetnya dengan menggunakan iptables :

iptables -A FORWARD -i ppp0 -o eth0 -s 192.168.10.0/24 -m conntrack –ctstate NEW -j ACCEPT
iptables -A FORWARD -m conntrack –ctstate ESTABLISHED,RELATED -j ACCEPT
iptables -A POSTROUTING -t nat -j MASQUERADE

echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

NB: disini saya menggunakan ip 192.168.10.1 untuk servernya

Posted in Linux Ubuntu | Leave a Comment »

tutotial instalasi web server di ubuntu

Posted by shoeisparrows on January 6, 2010

Mungkin sebagian dari anda semua pada tau bagaimana membuat web server di Ubuntu, tapi ada baiknya saya posting disini karena kedepannya saya berharap ada yg bikin tutorial beberapa aplikasi yg berbasis web macam ERP, cloud computing dll. Jadi Thread ini bisa jadi patokan, Amiin…

Ana asumsikan kompi terhubung ke inet atau repo lokal via cd atau LAN.

buka terminal, install beberapa paket ini :

sudo apt-get install apache2

test apakah web server sudah terinstal dengan baik dengan cara buka browser anda dan ketikkan localhost

kalau muncul halaman seperti ini, berarti web server anda sudah bekerja dengan baik…

selanjutnya…

sudo apt-get install php5

sudo apt-get install mysql-server

sudo apt-get install phpmyadmin

Khusus untuk instalasi mysql anda akan ditanya user dan password administrator root mysql yg akan anda gunakan nanti (user dan password terserah anda, yg penting di ingat ya Sob).

sedangkan paket phpmysql digunakan untuk editor mysql via web jadi bagi yg alergi dengan syntax sql di konsole bisa gunain fitur ini. Untuk aksesnya silahkan buka browser ketik localhost/phpmyadmin masukkan user dan password root mysql yg sudah dibuat sewaktu installasi mysql Wink

Kebanyakan penempatan file-file web dicemplungin di /var/www atau /usr/share. Tapi banyak aplikasi web di porting ke server akibatnya direktori root jadi bengkak, ngakalinnya bisa dengan menggaktifkan modul user dir di kernel. Maksudnya biar konten web bisa dialihin ke direktori user di /home/user/public_html. caranya…

sudo a2enmod userdir

kemudian restart web server anda dengan mengetik dikonsole

sudo /etc/init.d/apache2 restart

buat direktori di /home/user/public_html

coba test dengan membuka browser anda kemudian ketik :

http://localhost/~user

jangan lupa tanda “~” didepan nama user anda exp :/localhost/~novalnd
apabila tidak ada masalah, tampilannya akan seperti gambar berikut :

dengan cara ini anda dapat berbagi web aplikasi dengan sesama user yg terhubung dengan anda via jaringan.

selanjutnya, kita tinggal implementasi web aplikasi yg pengen kita pasang. Bagi para web developement bisa menggunakan fitur ini untuk melihat tampilan webnya secara real, kalo fix tinggal di upload ke hostserver di inet

selamat mencoba

Posted in Linux Ubuntu | Leave a Comment »

UBUNTU 8.10 with SQUID 2.7.STABLE3 + MYSQL_AUTH

Posted by shoeisparrows on August 6, 2009

UBUNTU 8.10 (Intrepid Ibex)

with SQUID 2.7.STABLE3 + MYSQL_AUTH

Installasi paket ubuntu 8.10

1. Install squid dengan perintah
# apt-get install squid
lalu ikuti intruksinya

2. Install gcc dan g++ dengan perintah
# apt-get install gcc g++

3. Install mysql perlengkapannya dengan perintah
# apt-get install mysql-server mysql-client libmysqlclient15-dev
ikuti istruksi-intruksi (seperti memasukan password root My SQL)

~ New password for the MySQL “root” user: <– yourrootsqlpassword
~ Repeat password for the MySQL “root” user:
<– yourrootsqlpassword

Setelah MySQL terinstall, buat database untuk menyimpan username dan password untuk autentifikasi proxy. Perintahnya sebagai berikut :
# mysql -u root -p

~ Enter password: masukan password MySQL
~ Welcome to the MySQL monitor. Commands end with ; or \g.
~ Your MySQL connection id is 108
~ Server version: 5.0.67-0ubuntu6 (Ubuntu)
~
~ Type ‘help;’ or ‘\h’ for help. Type ‘\c’ to clear the buffer.
~
~ mysql>

Sekarang kita akan mebuat database untuk mysql_auth
~mysql> CREATE DATABASE dbsquid;

~mysql> USE dbsquid;

~Reading table information for completion of table and column names

~You can turn off this feature to get a quicker startup with -A

~

~Database changed

~mysql> CREATE TABLE user (username text, password text);

~mysql> INSERT INTO user VALUE (’nobody’,’nobody’);

Download dan compilasi

4. Download mysql_auth dengan perintah
# wget http://people.arxnet.hu/airween/mysql_auth/mysql_auth-0.8.tar.gz

5. Download patch dari mysql_auth 0.8 dengan perintah
# wget http://www.zero-sys.net/portal/download/additionalselect.patch

6. Extract paket mysql_auth 0.8 dengan perintah
# tar xvzf mysql_auth-0.8.tar.gz
lalu masuk ke directory mysql_auth-0.8
# cd mysql_auth-0.8

7. Patch paket mysql_auth 0.8 dengan perintah
# patch -p1 < additionalselect.patch

8. Karena mysql_auth haris di compile dulu, dan mysql_auth memerlukan file library mysql.h dan libmysqlclient.a, maka cari dua file tersebut dan lakukan perubahan file Makefile
# locate mysql.h
~ /usr/include/mysql/mysql.h
# locate libmysqlclient.a
~ /usr/lib/libmysqlclient.a
# nano Makefile
karena file mysql.h terapat pada directory /usr/include/mysql dan libmysqlclient.a pada /usr/lib, makacari dan rubah bagian CFLAGS = … menjadi CFLAGS = -I/usr/include/mysql/ -L/usr/lib/
lalu cari juga bagian
$(INSTALL) -o nobody -g nogroup -m 600 $(CONF) /usr/local/squid/etc/mysql_auth.conf
rubah menjadi
$(INSTALL) -o nobody -g nogroup -m 644 $(CONF) /usr/local/squid/etc/mysql_auth.conf


“ini nih yg biking gw mabok knapa mysql_auth ga jalan2 n portnya ajah ga kebuka2,
tapi pas liat
syslog ada error
(mysql_auth): Can’t open mysql_auth config file: /usr/local/squid/etc/mysql_auth.conf!
ya dah dech dirubah lah permission file /usr/local/squid/etc/mysql_auth.conf jadi 644. Buat keamanan setelah selesai dijalanin squid-nya, rubah lagih permission-ny ke 600 ^^”

9. Sekarang rubah file Konfigurasi dari mysql_auth dengan perintah
# nano src/mysql_auth.conf
baca baik-baik, karena kita harus merubah atribut MYSQL (nama user mysql dan passworny, nama databases, nama table, nama field username, nama filed password) dengan konfigurasi MYSQL.
(blom di bahas ya installasi mysql?? ^^ tar lah, yg penting ini dulu)

10. Terakhir Compile dan install dengan perintah
# make
# make install

Kalo compilasi berhasi, dengan tampilan empat baris paling bawah seperti ini :

~ /usr/bin/install -o nobody -g nogroup -m 755 mysql_auth /usr/local/squid/libexec/mysql_auth
~ /usr/bin/install -o root -g root -m 700 mypasswd /usr/local/bin/mypasswd
~ /usr/bin/install -o nobody -g nogroup -m 644 src/mysql_auth.conf /usr/local/squid/etc/mysql_auth.conf
~ /usr/bin/install -o nobody -g nogroup -m 600 src/mysql_auth.conf /usr/local/squid/etc/mysql_auth.conf.default

Brarti kopilasi berhasil ^^. Sekarang kita test mysql_auth berfungsi atau tidak, dengan menjalan kan perintah berikut :
# /usr/local/squid/libexec/mysql_auth

Lalu masukan <username> <password>
ini salah

ERR

nobody nobody

OK

Akan muncuk OK jika username/password ada di database, atau ERR jika username/password tidak dalam database atau ada masalah.

Untuk selanjutnya, bisa juga menambah user dan password dalam database dengan menggunakan program bawaan mysql_auth, yaitu mypasswd dengan menjalankan perintah :
# /usr/local/bin/mypasswd <username> <password>

Contoh :
# /usr/local/bin/mypasswd apnet informatika

Squid Configurasi

11. Karena dah ngantuk berat, baca sendiri yah file configurasi saya
# mv /etc/squid/squid.conf.cadangan
# nano /etc/squid/squid.conf

#— keterangan masing2 perintah di tandai # dibawah perintah
http_port 2323
#port 2323 untuk proxy 2323 transparent
visible_hostname boerzproxy
#sebagai penjunjuk nama host
dns_nameservers 127.0.0.1
#karena saya junga menyeting DNS jadi, nameservernya di arahkan ke komputersendiri
cache_mgr mathofany@boerz.com
#cuman unutk mejeng nama
auth_param basic realm BoerZ Network
auth_param basic program /usr/local/squid/libexec/mysql_auth
auth_param basic children 5
auth_param basic credentialsttl 1 minutes
auth_param basic casesensitive off
authenticate_cache_garbage_interval 10 seconds
acl kompgw src 192.168.3.23/255.255.255.255
#inditifikasi computer gw..he..he.. biat khusus
acl lan src 192.168.16.0/24
#menginditifikasi network 192.168.3.x sebagai jaringan khusus (SSID BOERZ_WiFi)
acl kamar src 192.168.3.0/24
#menginditifikasi network 192.168.3.x sebagai kamar
acl umum src 172.16.23.0/24
#menginditifikasi network 172.16.23.x sebagai umum (SSID boerz_internet)
acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0
#standar inditifikasi squid
acl pemakai proxy_auth REQUIRED
http_access allow pemakai
# ini neh2 yg network ga jelas pake autentifikasi
http_access deny kompgw
#khusus komputer gw di matiin, biar nge NAT ajah
http_access allow umum
#umum diijinkan untuk berSquid
http_access deny kamar
#karena mau coba mysql_auth jadi di matiin ajah
http_access allow lan
#lan untuk bisa kemana2
http_access deny all
#network ja jelas di matiin biar lewat mysql_auth
#untuk di bawah ini standarlah, bisa di baca di http://www.brennan.id.au/11-Squid_Web_Proxy.html
icp_port 0
cache_dir ufs /var/spool/squid 100 16 256
cache_access_log /var/log/squid/access.log
cache_log /var/log/squid/cache.log
cache_store_log /var/log/squid/store.log
log_fqdn off
# delay ah bwt SSID boerz_internet
delay_pools 1
delay_class 1 1
#delay_access 1 allow umum
delay_parameters 1 8000/8000
#========================================================================$
# OPTIONS WHICH AFFECT THE NEIGHBOUR SELECTION ALGORITHM# ======================================================================$
dead_peer_timeout 30 seconds
mcast_icp_query_timeout 10
log_icp_queries on
connect_timeout 2 minutes
peer_connect_timeout 30 seconds
request_timeout 30 seconds
#hierarchy_stoplist cgi-bin ?
#acl QUERY urlpath_regex cgi-bin ?
#no_cache deny QUERY
# ======================================================================$
# OPTIONS WHICH AFFECT THE CACHE SIZE
#=======================================================================$
cache_mem 32 MB
#nanti ganti ke 128
cache_swap_low 90
cache_swap_high 95
maximum_object_size 4096 KB
maximum_object_size_in_memory 8 KB
ipcache_size 1024
ipcache_low 90
ipcache_high 95
fqdncache_size 1024
cache_replacement_policy heap GDSF
memory_replacement_policy heap GDSF

12. Terkahir jalankan atau restart daemon squid dengan perintah
# /etc/init.d/squid restart
klo terdapat [OK] berarti selesai sudah

Karena untuk autentifikasi squid ga bisa di setting transparent, maka harus menyeting browser client dengan IP dan PORT squid server ^^. Klo di mozila masuk ke Tools, Options, Advanced, Network, dan klik tombol Setting. Setelah keluar jendela Connection setting, pilih Manual Proxy Configuration, lalu masukan alamat proxy server kita dan portnya, lalu klik Use this proxy server for all protocol

Pada konfigurasi file squid.conf, untuk acl yg di http_access allow, bisa menggunakan proxy transparent. Jadi tidak usah memasukan ip proxy server dan port-nya. Dengan memasukan firewall iptables sebagai berikut :

#iptables -t nat -A PREROUTING -i eth3 -p tcp -m tcp –dport 80 -j DNAT –to-destination 192.168.1.1:2323

#iptables -t nat -A PREROUTING -i eth2 -p tcp -m tcp -dport 80 -j REDIRECT –to-ports 2323

Dimana 192.168.1.1 merupakan IP computer squid server dan 2323 adalah port squid server
Dan karena ada acl kompgw src 192.168.3.23/255.255.255.255 yg di NAT, jadi kita tambahkan

# iptables -t nat -I POSTROUTING -s 192.168.3.23 -o eth2 -j MASQUERADE

Referensi :

http://www.howtoforge.com/perfect-server-ubuntu-8.10
http://people.arxnet.hu/airween/mysql_auth/
http://www.zero-sys.net/portal/squid+mysql_auth+patch.html
http://boerz.wordpress.com/2008/03/17/nat_dhcp_firewall/
http://www.boerz.com

Time Quota With SQUID and MySQL_AUTH

Setelah melakukan installasi di atas,

1. Tambahkan field quota di table dbsquid yg dibuat di atas

2. Buka file source code mysql_auth.c
# nano src/ mysql_auth.c

3. Edit file tersebut sehingga menjadi seperti di bawah ini :

/*
* mysql_auth – mysql based authenticator for Squid Proxy
*
* mysql_auth.c
* (C) 2002 Ervin Hegedus
* edited by boerz
* Released under GPL, see COPYING-2.0 for details.
*
* This program is free software; you can redistribute it and/or modify
* it under the terms of the GNU General Public License as published by
* the Free Software Foundation; either version 2 of the License, or
* (at your option) any later version.
*
* This program is distributed in the hope that it will be useful,
* but WITHOUT ANY WARRANTY; without even the implied warranty of
* MERCHANTABILITY or FITNESS FOR A PARTICULAR PURPOSE. See the
* GNU General Public License for more details.
*
* You should have received a copy of the GNU General Public License
* along with this program; if not, write to the Free Software
* Foundation, Inc., 675 Mass Ave, Cambridge, MA 02139, USA.
*/
#include <stdio.h>
#include <mysql/mysql.h>
#include <syslog.h>
#include <stdarg.h>
#include <string.h>
#include <unistd.h>
#include <stdlib.h>
#include <signal.h>
#include <ctype.h>
#include <time.h>
#include <locale.h>
#include “define.h”
#include “extern.h”
long waktu(char namauser[]){
FILE *handle;
char buffer[256],kata[256],sukukata[10][256],nama[256],status[256];
int i,j,k;
time_t clockval;
time_t now=time(NULL);
struct tm tnow, datatgl;
tnow = *localtime(&now);
char bulan[3],tahun[5];
int nbulan,ntahun,dtbulan,dttahun;
strftime(bulan,3,”%m”,&tnow);
strftime(tahun,5,”%Y”,&tnow);
nbulan=atoi(bulan);
ntahun=atoi(tahun);
long totaldurasi,durasi;
if((handle=fopen(”/var/log/squid/access.log”,”r”))==NULL){
printf(”File na atuh cauu…!\n”);
return(0);
}
totaldurasi=0;
while(!feof(handle)){
fgets(buffer,256,handle);
i=j=k=0;
durasi=0;
while(buffer[i]){
if(i>0){
if(isspace(buffer[i])){
if(isspace(buffer[i-1])){
i++;
}else{
strcpy(sukukata[k],kata);
bzero(kata,256);
i++;
j=0;
k++;
if(k>=10)break;
}
}else{
kata[j]=buffer[i];
i++;
j++;
}
}else{
kata[j]=buffer[i];
i++;
j++;
}
}
sscanf(sukukata[3],”%s”,&status);
if(strcmp(status,”TCP_DENIED/407″)!=0){
//simpan nama
sscanf(sukukata[7],”%s”,&nama);
if(strcmp(nama,namauser)==0){
sscanf(sukukata[1],”%ld”,&durasi);
sscanf(sukukata[0],”%lu”,&clockval);
datatgl=*localtime(&clockval);
strftime(bulan,3,”%m”,&datatgl);
strftime(tahun,5,”%Y”,&datatgl);
dtbulan=atoi(bulan);
dttahun=atoi(tahun);
if((nbulan==dtbulan) && (ntahun==dttahun)){
totaldurasi+=durasi;
//printf(”%s = %ld\n”,nama,durasi);
}
}
}
}
fclose(handle);
return(totaldurasi-durasi);
} //long waktu
int main ()
{
MYSQL connect;
MYSQL_RES *result;
MYSQL_ROW row;
struct my_params parameters;
char user[MAX_STRLEN], password[MAX_STRLEN];
long quota;
char query[MAXLENGTH], input[MAX_STRLEN];
char *tstring;
setbuf (stdout, NULL);
/*
* try open and read config file, config file place’ see define.h
*/
if (parse (&parameters) != 0) {
// question to squid devels: is require print ERR message
// when some error occur at initialize of authenticator?
fprintf (stdout, “ERR\n”);
exit (1);
}
/*
* first, it must to initialize MYSQL variable
*/
mysql_init (&connect);
if (&connect == NULL) {
syslog (LOG_WARNING, “Can’t initialize MYSQL structure!”);
puts (”ERR”);
exit (1);
}
/*
* try connect to mysql database, with those user/password, what are
* defined in mysql_auth.conf – this is the squid -> mysql connect pair!
*/
mysql_real_connect (&connect, parameters.var_host_name, parameters.var_user_name,\
parameters.var_user_password, parameters.var_database_name,\
0, parameters.var_mysqld_socket, 0);
/*
* if error returns, log trough syslog
*/
if (mysql_errno (&connect)) {
syslog (LOG_WARNING, “Can’t connect to mysql server: %s.\n”, parameters.var_host_name);
syslog (LOG_WARNING, “Error was: %d – %s.\n”,\
mysql_errno (&connect), mysql_error (&connect));
puts (”ERR”);
exit (1);
}
/*
* try to select from table – there is all the same,
* what will the result
*/
memset (query, 0, strlen (query) + 1);
sprintf (query, “SELECT * FROM %s WHERE %s LIKE ’squid’ AND %s LIKE ’squid’”, \
parameters.var_table_name,\
parameters.var_user_column,\
parameters.var_password_column);
mysql_query (&connect, query);
// error occur, example invalid table name…
if (mysql_errno (&connect)) {
syslog (LOG_WARNING, “Can’t select from table – error was: %d – %s”,\
mysql_errno (&connect), mysql_error (&connect));
puts (”ERR”);
exit (1);
}
/*
* these are requires for mysql fuctions
*/
result = mysql_use_result (&connect);
while (mysql_fetch_row (result));
mysql_free_result(result);
/**********************************
* start of auth method
**********************************/
memset (input, 0, MAX_STRLEN);
while (fgets(input, MAX_STRLEN, stdin)) {
user[0] = ”;
password[0] = ”;
/*
* may be this method is too difficult – who knows more about safety of strtok()?
*/
tstring = strtok (input, ” “);
if (tstring == NULL) { // empty username
puts (”ERR”);
continue;
}
else {
strcpy (user, tstring);
tstring = strtok (NULL, ” \n”);
if (tstring == NULL) { // empty password
puts (”ERR”);
continue;
}
else {
if (strcasecmp (parameters.var_encrypt_password_form, “yes”) == 0) {
sprintf (password, “password (\”%s\”)”, tstring);
}
else {
sprintf (password, “‘%s’”, tstring);
}
}
}
memset (query, 0, strlen (query) + 1);
//waktu(user) ukurannya per milli second jadi 1 jam = 1* 60 * 60 * 1000 = 3600000 milisecond
// waktu ukuran -1 berarti unlimited
sprintf (query, “SELECT * FROM %s WHERE %s LIKE ‘%s’ AND %s LIKE %s AND (quota >= ‘%ld’ OR quota = ‘-1′)”, \
parameters.var_table_name,\
parameters.var_user_column, user,\
parameters.var_password_column, password, waktu(user)
);
//printf(”%ld\n”,waktu(user));
mysql_query (&connect, query);
/*
* may be when mysql_auth runs, meantime lost
* connection,
* mysql admin change permission, etc…
* in this case don’t will exit, just return ERR
* message
*/
if (mysql_errno (&connect)) { syslog (LOG_WARNING, “Can’t select from table – error was: %d – %s”,\
mysql_errno (&connect), mysql_error (&connect));
puts (”ERR”);
}
else {
result = mysql_use_result (&connect);
while ((row = mysql_fetch_row (result)));
/*
* the number of result is 1 – this doesn’t allow
* more than one account!!!
*/
if (mysql_num_rows (result) == 1) {
puts (”OK”);
}
else {
syslog (LOG_WARNING, “%s login failed.”, user);
puts (”ERR”);
}
mysql_free_result(result);
}
memset (input, 0, MAX_STRLEN);
}
mysql_close (&connect);
return 0;
}

4. Compile code di atas menggunakan perintah berikut :

# gcc -o mysql_auth src/mysql_auth.c src/confparser.c -lmysqlclient -I/usr/include/mysql/ -L/usr/lib/

5. Stop daemon squid

# /etc/init.d/squid stop

6. Copikan hasil compilasi source code untuk auth_param basic program ke target file /usr/local/squid/libexec/mysql_auth dengan perintah
# cp ./mysql_auth /usr/local/squid/libexec/mysql_auth

Jalankan kembali daemon squid
# /etc/init.d/squid start

7. Lakukan test authentifikasi dengan menjalankan file compilasi

# /usr/local/squid/libexec/mysql_auth

# boerz 12345
~ ERR

8. Isikan field quota di database dbsquid dengan nilai besar seperti 50000000 ( dalam ukuran milidetik).

9. Jalankan kembali langkah 7 di dapatkan hasil seperti di bawah ini

# /usr/local/squid/libexec/mysql_auth

# boerz 12345
~ OK

10. Test di browser ^^… karena credentialsttl 1 minutes maka coneksi terputus authentifikasi dalam 1 menit setelah tidak melakukan browsing ^^

referensi ini saya ambil dari http://boerz.wordpress.com/2009/01/01/ubuntu-810-with-squid-27stable3-mysql_auth/#more-201

Posted in Linux Ubuntu | Leave a Comment »

paket priority mikrotik

Posted by shoeisparrows on August 2, 2009

0   ;;; .::By shoei::.  Prio P2P
chain=prerouting p2p=all-p2p action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_p2p passthrough=yes

1   chain=prerouting connection-mark=prio_conn_p2p action=mark-packet
new-packet-mark=prio_p2p_packet passthrough=no

2   ;;; Prio Download_Services
chain=prerouting protocol=tcp dst-port=110 action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_download_services passthrough=yes

3   chain=prerouting protocol=tcp dst-port=995 action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_download_services passthrough=yes

4   chain=prerouting protocol=tcp dst-port=143 action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_download_services passthrough=yes

5   chain=prerouting protocol=tcp dst-port=993 action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_download_services passthrough=yes

6   chain=prerouting protocol=tcp dst-port=995 action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_download_services passthrough=yes

7   chain=prerouting protocol=tcp dst-port=25 action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_download_services passthrough=yes

8   chain=prerouting protocol=tcp dst-port=80 connection-bytes=500000-0
action=mark-connection new-connection-mark=prio_conn_download_services
passthrough=yes

9   chain=prerouting protocol=tcp dst-port=20-21 action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_download_services passthrough=yes

10   chain=prerouting protocol=tcp dst-port=22 packet-size=1400-1500
action=mark-connection new-connection-mark=prio_conn_download_services
passthrough=yes

11   chain=prerouting connection-mark=prio_conn_download_services
action=mark-packet new-packet-mark=prio_download_packet passthrough=yes

12   ;;; Prio Ensign_Services
chain=prerouting protocol=tcp dst-port=53 action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_ensign_services passthrough=yes

13   chain=prerouting protocol=udp dst-port=53 action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_ensign_services passthrough=yes
14   chain=prerouting protocol=icmp action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_ensign_services passthrough=yes

15   chain=prerouting protocol=tcp dst-port=443 action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_ensign_services passthrough=yes

16   chain=prerouting protocol=tcp dst-port=23 action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_ensign_services passthrough=yes

17   chain=prerouting protocol=tcp dst-port=80 connection-bytes=0-500000
action=mark-connection new-connection-mark=prio_conn_ensign_services
passthrough=yes

18   chain=prerouting protocol=tcp dst-port=179 action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_ensign_services passthrough=yes

19   chain=prerouting protocol=tcp dst-port=8000 action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_ensign_services passthrough=yes

20   chain=prerouting connection-mark=prio_conn_ensign_services
action=mark-packet new-packet-mark=prio_ensign_packet passthrough=no

21   ;;; Prio User_Request
chain=prerouting protocol=tcp dst-port=22 packet-size=1400-1500
action=mark-connection new-connection-mark=prio_conn_ensign_services
passthrough=yes

22   chain=prerouting dst-address-list=user_request action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_user_services passthrough=yes

23   chain=prerouting connection-mark=prio_conn_user_services
action=mark-packet new-packet-mark=prio_request_packet passthrough=yes

24   chain=prerouting protocol=gre action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_comm_services passthrough=yes

25   ;;; Prio_Communication
chain=prerouting protocol=tcp dst-port=5100 action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_comm_services passthrough=yes

26   chain=prerouting protocol=tcp dst-port=5050 action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_comm_services passthrough=yes

27   chain=prerouting protocol=udp dst-port=5060 action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_comm_services passthrough=yes

28   chain=prerouting protocol=tcp dst-port=1869 action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_comm_services passthrough=yes

29   chain=prerouting protocol=tcp dst-port=1723 action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_comm_services passthrough=yes

30   chain=prerouting protocol=tcp dst-port=5190 action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_comm_services passthrough=yes

31   chain=prerouting protocol=tcp dst-port=6660-7000 action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_comm_services passthrough=yes

32   chain=prerouting protocol=ipencap action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_comm_services passthrough=yes

33   chain=prerouting protocol=ipsec-esp action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_comm_services passthrough=yes

34   chain=prerouting protocol=ipsec-ah action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_comm_services passthrough=yes

35   chain=prerouting protocol=ipip action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_comm_services passthrough=yes

36   chain=prerouting protocol=encap action=mark-connection
new-connection-mark=prio_conn_comm_services passthrough=yes

37   chain=prerouting connection-mark=prio_conn_comm_services
action=mark-packet new-packet-mark=prio_comm_packet passthrough=no

nah kl skrip ini bwt paket pritory berdasarkan bandwitch
38 X ;;; .:: By Rendy ::.   mark basic client
chain=forward src-address-list=Basic_class_client action=mark-connection
new-connection-mark=Basic_client_conn passthrough=yes

39 X chain=forward connection-mark=basic_client_conn action=mark-packet
new-packet-mark=basic_clien_traffic passthrough=no

40 X ;;; mark srandard client traffic
chain=forward src-address-list=Standard_class_client
action=mark-connection new-connection-mark=standard_client_conn
passthrough=yes

41 X chain=forward connection-mark=standard_client_conn action=mark-packet
new-packet-mark=standard_client_traffic passthrough=no

42 X ;;; mark business client traffic
chain=forward src-address-list=Business_class_client
action=mark-connection new-connection-mark=business_client_conn
passthrough=yes

43 X chain=forward connection-mark=Business_client_conn action=mark-packet
new-packet-mark=business_client_traffic passthrough=no

44 X ;;; Check for unmarked traffic
chain=forward action=log log-prefix=””

Posted in Mikrotik | Leave a Comment »